Modules
· Depan
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery Photo
· Journal
· Pencarian
· Top 10
· Tulis Berita
· Web Links

     Who's Online
Saat ini ada, 10 tamu 0 member yang sedang online.

Anda bukan member. Silakan daftar di sini, gratis!

 Long Term Care

Komnas Lansia

Long Term Care

 Retty Irwan

I.    Pendahuluan
Penuaan adalah proses seumur hidup yang tidak bisa dihindari. Perubahan dalam fisik, mental dan status sosial ini bersifat progresif, yang dimulai segera setelah pembuahan dan berakhir dengan kematian. Jadi proses penuaan dimulai bahkan sebelum individu dilahirkan, yaitu sejak dari kandungan. Perawatan dan gizi ibu dan bayi yang dikandungnya,  akan menentukan kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Kapasitas fungsional individu terus berkembang sepanjang masa bayi, masa kanak-kanak dan remaja, mencapai puncaknya pada awal dewasa, diikuti dengan masa stabil dan akhirnya menurun setelahnya. Perilaku dan paparan risiko kesehatan seperti merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang buruk,  gaya hidup yang tidak sehat atau paparan zat beracun di tempat kerja selama kehidupan dewasa seseorang juga mempengaruhi hasil kesehatan pada usia tua.



Proporsi penduduk kelompok umur 60 tahun ke atas dunia bertumbuh dengan cepat jika dibandingkan dengan penduduk kelompok umur lainnya dan diperkirakan pada abad ke-21 dari 10% naik menjadi 25—45% pada tahun 2100 atau abad ke-22. Sedangkan di wilayah Asia Tenggara diperkirakan  sekitar 142 juta orang atau sekitar 8% dari populasi dan pada tahun 2025, perkiraan proporsi populasi lebih dari 60 tahun akan dua kali lipat dari tahun 2000 dan pada tahun 2050, akan menjadi tiga kali proporsi 2000. 

Bertambahnya populasi lanjut usia ini akan menimbulkan berbagai permasalahan. Secara individu permasalahan pada lanjut usia timbul  karena terjadinya perubahan baik secara fisik, mental, maupun sosial. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kemunduran dalam berbagai fungsi dan kemampuan yang pernah dimiliki. Kemunduran fungsi tubuh dan peran akan sangat berpengaruh pada kemandirian warga lanjut usia. Pada kondisi demikian diperlukan seseorang yang dapat mendampingi, menemani, merawat atau membantu mereka baik dari keluarga, tetangga ataupun kader, bahkan mungkin tenaga profesional kesehatan atau sosial . Pelayanan LCT merupakan salah satu upaya untuk menjaga para lanjut usia yang tidak/kurang mampu merawat dirinya untuk  tetap hidup berkualitas. 

WHO merekomendasikan bahwa fokus pada penuaan tidak hanya untuk memperpanjang hidup tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian, penuaan sehat/healthy ageing  merupakan salah satu upaya penting untuk mencapai tujuan tersebut. Healthy ageing adalah proses optimalisasi peluang bagi kesehatan fisik, mental dan sosial untuk memungkinkan para lanjut usia untuk berperan aktif dalam masyarakat tanpa diskriminasi, dan menikmati hidup mandiri dan berkualitas. 

II.    Long Term Care (LTC) 

1.    Pengertian
Long Term Care adalah suatu sistem dari kegiatan-kegiatan terpadu yang dilakukan oleh tenaga profesional dan atau tenaga informal (keluarga, tetangga, pengasuh, relawan, atau kader-kader lainnya) bagi para lanjut usia yang tidak mampu atau kurang mampu dalam merawat diri sendiri dalam rangka menjaga kualitas hidupnya setinggi mungkin.
Sasaran dari LTC ini adalah para lanjut usia yang resiko tinggi yaitu lanjut usia  berumur 60  th atau lebih yang mempunyai disabilitas fisik dan atau mental dan atau kognitif  dan atau sosial. 

Ruang lingkup pelayan  LTC ini mencakup kebutuhan dasar untuk mendukung kegiatan ADL/IADL (activity daily living/instrumental activity daily living) dan atau mendapatkan kebutuhan sosial,  bagi lanjut usia yang mempunyai penyakit kronis atau disabilitas,  penurunan kognitif dan atau fisik melalui pendekatan holistik dan komprehensif. 

LTC ini diberikan tanpa batas waktu  yaitu sepanjang hidupnya, karena ketidak-mampuan para lanjut usia yang menjadi sasaran LTC adalah lanjut usia yang mengalami disabilitas atau penyakit kronis yang  berjalan progresif. Jika disabilitas yang dialami lanjut usia  ini bersifat sementara akibat penyakit akut atau trauma lainnya maka pelayanan tersebut adalah bersifat short care yang bisa berupa medical care atau health/sosial care lainnya. 

LTC dapat diberikan di berbagai tempat seperti di rumah, di home care, di rumah khusus bagi lanjut usia, di panti, di rumah perawatan atau di LTC wing rumah sakit, di hospis. Yang paling penting pelayanan LTC harus merupakan layanan yang kontinu dari rumah sampai ke instusi atau sebaliknya. 

2.    Tantangan dan Permasalahan LTC di beberapa negara Asia Tenggara
Sebagian besar lanjut usia mengalami ketergantungan dan membutuhkan LTC dalam jumlah yang berbeda-beda dari satu orang dengan lainnya.  Dalam masyarakat Asia Tenggara LTC diberikan oleh keluarga, namun dengan terjadinya perubahan yang cepat ekonomi, migrasi, urbanisasi maka fungsi keluarga sebagai pemberi LTC bagi lanjut usia keluarganya mengalami kesulitan sedangkan pilihan lain belum tersedia. 

Bagi Lanjut usia yang tinggal sendirian di masyarakat, pelayanan LTC yang terintegrasi sanagat penting bagi negara  karena belum ada institusi formal khusus untuk LTC ini. Institusi LTC ini akan berbeda dari satu negara dengan negara lainnya tergantung dari budaya, tradisi dan jejaring kerjasamanya.
Di beberapa negara,  LTC merupakan program yang belum merupakan prioritas karena  keterbatasan tenaga dan dana. Selain itu masih lemahnya koordinasi dari para   pemangku kebijakan,  belum adekuatnya fasilitas infrastruktur yang tersedia. Selain itu pelayanan LTC membutuhkan biaya cukup besar karena waktu yang lama serta jumlah LTCnya yang makin lama makin banyak, maka perlu dipersiapkan sejak awal dana  yaitu melalui asuransi. Bagi lanjut usia ekonomi lemah maka LTC harus masuk  dalam  Asuransi Nasional

3.    Penyelesaian masalah
    a.    Perlu melakukan advokasi dan sosialisasi LTC dalam rangka peningkatan kepedulian semua pemangku kebijakan
    b.    Pengembangan pelayanan lanjut usia terpadu termasuk LTC
    c.   Pengembangan jaringan multi sektoral  di setiap tingkat wilayah administrasi 
    d.    Capacity Building  (man, money, material , methode, marketing)
    e.    Pembentukan peraturan yang komprehensif

III.    Kesimpulan
 

1.    Peningkatan umur harapan hidup berdampak pada bertambahnya  jumlah lanjut usia yang berumur yang lebih tua dan  terjadi kecenderungan meningkatnya jumlah lanjut usia yang mengalami penyakit kronis degeneratif dan disabilitas        yang berakibat pada penurunan kemandirian dan kualitas hidup.
2.    WHO merekomendasikan bahwa fokus pada penuaan tidak hanya untuk memperpanjang hidup tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian, penuaan sehat/healthy ageing  merupakan salah satu upaya penting untuk mencapai tujuan tersebut.
3.    Agar para lanjut usia yang mengalami disabilitas ini tetap dapat hidup berkualitas maka dibutuhkan pelayanan  LTC.
4.    Long Term Care adalah suatu sistem dari kegiatan-kegiatan terpadu yang dilakukan oleh tenaga profesional dan atau tenaga informal (keluarga, tetangga, pengasuh, relawan, atau kader-kader lainnya) bagi para lanjut usia yang tidak mampu atau kurang kemampuan dalam merawat diri sendiri dalam rangka menjaga kualitas hidupnya setinggi mungkin.
5.    Pelayanan LTC ini sudah dilakukan di berbagai negara namun masih belum  terpadu dan belum kontinu mulai dari pelayanan rumah sampai ke institusi.
6.    LTC belum merupakan prioritas bagi sebagian negara-negara di Asia Tenggara, karena masih terbatasnya dana ataupun sumberdaya yang ada baik dalam jumlah maupun dalam mutu. Selain itu masih rendahnya kesadaran dari para pemangku kebijakan
7.    Perlu dilakukan Advokasi dan Sosialisasi LTC pada semua stakeholder
8.    Peningkatan jejaring serta kerjasama lintas program bagi pelayanan untuk lanjut usia termasuk LTC.
9.    Penyusunan peraturan yang bersifat komprehensif  perlu dilakukan dalam mendukung pelak sanaan LTC ini.
 

Kepustakaan
1.    WHO, Regional Strategy For Healthy Ageing.
2.    WHO, Background paper Regional Consultation on Long-Term Care of the
      Elderly.
3.    Konklusi dan rekomendasi hasil pertemuan Regional Consultation on Long-Term  Care of the  Elderly 23-25 Juli 2013, Bangkok
 




 
     Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Komnas Lansia
· Berita oleh dani


Berita terpopuler tentang Komnas Lansia:
Pedoman Pelaksanaan Posyandu Lanjut Usia


     Nilai Berita
Rata-rata: 4
Pemilih: 1


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


     Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


"Long Term Care" | Login/Daftar | 0 komentar
Isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengirimnya.

Anda tidak dibolehkan mengirim komentar, silakan daftar di sini